107 views

Apakah Tuhan Masih Memandangku?

0

Media sosial banyak memberi kemudahan, salah satunya menghubungkan kita dengan rekan-rekan yang lama terpisah. Singkat cerita seorang rekan lama menghubungi saya via facebook, kemudian ia pun mengadukan segala keluh kesah dan sekelumit permasalahan hidupnya seraya berkata dalam pesan.

Akhi (saudaraku)!….

Hidup saya bergelimpangan dosa, teramat banyak maksiat yang sudah saya kerjakan termasuk pelbagai dosa besar. Saya  pernah berbuat ini, itu,bla bla bla dan seterusnya terkait pergaulan bebas.

Apakah Tuhan masih mau memaafkan dosa saya ya akhi?

Saya merasa terhina dihadapanNya.

Saat ini saya hidup dalam ketakutan bayang-bayang kematian yang datang secara tiba-tiba kepada saya yang sesat ini.

Sungguh! Saya sekarang takut akan azab dan siksaNya.

Akhi! Apa yang harus saya lakukan agar penyesalan ini diterima dan didengar Tuhan?

Saat ini saya sharing sama kamu sampai meneteskan air mata, karena saya merasa kehilangan panduan ya akhi.

Akhi! Apakah Tuhan tetap akan menghukum semua dosa-dosa walau kita sudah bertaubat?

Menurut kamu, apakah saya termasuk orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah Ta’ala?

Sedikit berbagi cerita, selama hidup saya selalu menyakiti hati orangtua terutama kepada ibunda saya, sampai orangtua wafat saya tidak pernah meminta maaf.

Apakah Tuhan masih mau mengampuni dosa saya?

Apakah itu menjadi salah satu penghambat terkabulnya doa saya?

Jawaban:

Insya Allah masih bisa diampuni ya akhi, jika dosa tersebut berhubungan dengan hak-hak manusia yang dilanggar, maka segera mohon maaf kepada sesama, namun jika hak Allah Ta’ala yang dilanggar maka langsung saja bertaubat kepadaNya.

Karena hitung-hitungan dengan manusia lebih berat timbangannya, adapun dengan Allah Ta’ala terlalu luas ampunan dan kasih sayangNya. Maka jangan pernah meremehkan untuk meminta maaf dan berterima kasih kepada manusia.

Adapun belum sempat meminta maaf kepada orangtua sampai meninggalnya, sekali lagi saya katakan bahwa Rahmat Allah Ta’ala teramat luas ya akhi, bertaubat, kemudian doakan kedua orangtua sekuat tenaga, semalam suntuk, setulus hati dan seterusnya sampai ajal menjemput.

“Dan Dialah (Allah Ta’ala) yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Asy Syuura: 25)

Dan yang terpenting dalam berdoa diawali dengan tahmid atau pujian kepada Allah Ta’ala dan shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agar doa kita tidak tertahan di langit atau tidak tertolak, baru bermunajat kemudian diakhiri dengan kembali memuji Rabb semesta alam. Alhamdulillaahi Robbil ‘Aalamiin.

Jangan berputus dari rahmat Allah Ta’ala, karena hanya setan yang senang manusia berputus asa. Tetap berbaik sangkalah kepadaNya

“Dan Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia [1]. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” (QS. Al Baqarah: 268)

Sudah cukup akhi! Sekarang lebih baik kamu jangan banyak bicara apalagi sampai banyak orang tahu akan dosa-dosamu. Cukup bertaubat dengan taubat nasuha (sebenar-benar taubat) dan jadikan hal ini menjadi tolak balik perubahan hidup kamu ke arah yang lebih baik. Faham ya akhi!

———-

[1] Balasan yang lebih baik dari apa yang dikerjakan sewaktu di dunia.

————–

Oleh: Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc M.A

Pengasuh Halaman Komunitas ISCO (Islamic Studies Center Online)

 

Pembelajar sepenggal masa, belajar menuangkan setetes pemikiran menjadi tulisan ringan, berharap makna bagi sesama. Pengasuh situs lulusan Ponpes Modern Darunnajah Bogor, S1 Univ. Al Azhar Kairo Republik Arab Mesir Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadist dan Ilmu-ilmunya, S2 Univ. Cidi Mohammed ben Abdellah Kota Fez Kerajaan Maroko bidang Kaidah Fiqih dan sedang menyelesaikan pendidikan S3 ilmu tafsir di PTIQ Jakarta.

Leave A Reply

linked in share button