84 views

Berebut Hak Asuh Anak?

0

Setiap insan pastinya ingin bahagia, membina rumah tangga hingga ajal menjadi pemisah, namun tak semua keinginan manusia terkabul, ada yang diuji dengan perpisahan, mati atau hidup.

Dalam kondisi darurat perpisahan adalah solusi sebagaimana poligami, keduanya bukanlah tujuan, karenanya tidaklah seseorang bermudah-mudahan menyatakan berpisah sebagaimana ingin berpoligami.

Menjawab maraknya fenomena perebutan hak asuh anak di pengadilan, bak episode drama yang menegangkan para pemirsa, hal ini kuranglah etis, apalagi menjadi konsumsi publik.

Tidakkah Anda mengetahui jika semua yang ada di muka bumi sejatinya adalah titipan Allah Ta’ala.

‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali’. QS. Al Baqarah; (156)

Belajar dari keniscayaan bahwa apa yang ada di sisi setiap insan pasti akan lenyap, cepat atau lambat, kecuali apa yang Allah Ta’ala redhoi berupa amal kebajikan.

‘Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.’ (QS. An Nahl; 96)

Pun dengan seorang anak yang lucu imut nan menggemaskan ,  mereka adalah milik Allah Ta’ala yang dititipkan kepada para orangtua, maka usahlah memperebutkan jika itu sebatas titipan. Masing-masing ada kadarnya seraya memasrahkan segala urusan hanya kepada Allah semata.

Ingat! Seorang anak tidak akan lupa kepada orangtuanya sekalipun ibu ayahnya penjahat kelas ikan paus, ia akan tetap mencinta sekalipun ibu ayahnya mengalami gangguan jiwa.

Ingat! Seorang anak yang cacat atau buta sekalipun, ia sangat berharap melihat ibu ayahnya. Itulah fitrah sebagai anugrah terindah Robb semesta alam kepada hamba-hambaNya yang berakal.

Bertawakalah kepada Allah seraya terus menguatkan dan memperbanyak munajat penuh ketulusan agar anak Anda selalu terjaga dari keburukan.

Belajar dari Nabi Musa, tumbuh kembang di tengah lingkungan kerajaan penuh kesombongan…

Belajar dari Nabi Ibrahim, hidup di tengah masyarakat penyembah setan termasuk ayahnya…

Belajar dari Nabi Yusuf, tinggal dalam keterasingan dan jauh dari ayahnya yang sangat mencintainya…

Belajar dari Nabi Muhammad, melewati fase-fase kehidupan tanpa sentuhan dan kasih sayang orangtua…

Namun takdir berkata lain,  Allah Ta’ala menjadikan mereka ‘alaihim as-salam menjadi manusia-manusia pilihan yang menghiasi muka bumi,  menjadi panutan, manusia terbaik di zamannya,  penuh keutamaan bahkan berilmu luas.

Belajar pula dari fenomena sekitar,  anak seorang tokoh,  guru, kyai, ustadz atau orang-orang yang selalu berkumpul, hidup dalam kehangatan dan zona nyaman, mereka punya banyak masalah, kurang berhasil mendidik anak, tidak shalat, bahkan sampai durhaka. Ma’dzallah

Maka…pasrahkanlah semua urusan Anda kepada Allah yang Maha Mengatur skenario dengan sangat cantik. Indah pada akhirnya insya Allah.

‘Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.’ (QS. Al Muminuun; 62)

Menangislah karena hal itu bisa menyucikan jiwa dan akhirnya membuat Anda bahagia. Bukankah Allah yang sejatinya menjadikan manusia tertawa dan menangis.

Musibah adalah skenario terindah dari Allah Ta’ala untuk menghindarkan seorang hamba dari musibah yang sebenarnya.

Bersabarlah…..bersabarlah….bersabarlah.

Kemudian bersegeralah menuju redho Ilahi. Ya Robbanaa

Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah.’ (QS. Adz Dzariyaat; 50)

————–

Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc M.A

Pengasuh Halaman Komunitas ISCO (Islamic Studies Center Online)

Pembelajar sepenggal masa, belajar menuangkan setetes pemikiran menjadi tulisan ringan, berharap makna bagi sesama. Pengasuh situs lulusan Ponpes Modern Darunnajah Bogor, S1 Univ. Al Azhar Kairo Republik Arab Mesir Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadist dan Ilmu-ilmunya, S2 Univ. Cidi Mohammed ben Abdellah Kota Fez Kerajaan Maroko bidang Kaidah Fiqih dan sedang menyelesaikan pendidikan S3 ilmu tafsir di PTIQ Jakarta.

Leave A Reply

linked in share button