80 views

Dinding Waktu Telah Berlalu

0

 

Di malam yang sunyi dan hening, sesunyi dan sehening hati yang menghiasi hari-hari,

Di tengah hingar bingar suasana kota, hiruk pikuk panggung politik nan menggelitik dan derasnya arus urbanisasi,

Saat ini mungkin anda sedang menikmati kehangatan bersama keluarga besar

Atau mungkin anda sedang bersendirian

Atau mungkin sedang bimbang dalam mengisi sisa-sisa umur anda.

Tak terasa waktu semakin cepat bergulir seperti baru kemarin menikmati indahnya masa muda yaitu masa yang penuh dengan kenangan, sebagian yang lain mengatakan masa indah adalah masa kanak-kanak.

Masa lalu adalah masa di mana kita jauh untuk kembali adapun yang dekat adalah masa depan dan begitu seterusnya waktu berjalan begitu cepat seperti tak mengenal lelah, sedikit lengah maka kitalah yang akan termakan waktu dan menjadi ampas sejarah yang tak mempunyai arti.

  • Sebagian orang mengartikan waktu sebagai pedang, jika tidak bisa menggunakan waktu dengan baik, maka kita akan ditebas oleh tajamnya waktu.

  • Sebagian yang lain mengartikan waktu sebagai emas, jika tidak pandai menggunakan waktu, maka kita akan kehilangan sesuatu yang berharga

  • Sebagian yang lain mengartikan waktu adalah menyempurnakan rangkaian titik demi titik menuju fokus bernama kematian, sedikit saja lalai maka bisa merugi di dunia maupun di akhi

Tahukah anda?

Bahwa ada doa yang tidak mungkin tertolak?

Yaitu doa kedua orangtua yang shalih kepada anaknya.

Sudahkah kita meminta doa kedua orangtua?

Tahukah anda?

Bahwa ada amal shalih yang senantiasa berkesinambungan kendati orang yang bersangkutan sudah meninggal dunia?,

Tahukah anda?

Dialah orang-orang yang meninggalkan anak-anak shalih yang senantiasa memohon ampunan dan kebaikan baginya.

Duhai jiwa…

Mari kita renungkan sejenak,

Sudahkah kita meminta doa kedua orangtua bagi yang masih hidup atau sudahkah kita senantiasa mendoakan kedua orangtua yang sudah tiada.

Tahukah anda?

Hikmah yang terkandung kenapa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam terlahir yatim dan di usia belia menyandang status yatim piatu.

Tahukah anda,kenapa?

Tiada lain Allah Ta’ala lebih menghendaki untuk mendidik dan membimbing Rasul secara langsung tanpa intervensi dari kedua orangtuanya.

Bagaimana dengan kita?

Kita adalah didikan orangtua kita bagi yang diasuh secara langsung atau didikan pembantu ‘kita’ bagi yang diasuh oleh mereka.

Bersyukurlah dan berbahagialah duhai anak-anak yatim/piatu atau yatim piatu, karena Allah Ta’ala sebenarnya menghendaki kebaikan yang begitu besar kepada anda.

Bersabar dan bersabarlah. ….

Dalam pepatah Arab;

‘Idza isytadda adh-dhalam, fa qaruba al fajr’

Jika malam semakin larut termakan gulita, maka terangnya fajar semakin dekat menyongsong

Berbahagialah duhai jiwa

————–

Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc M.A

Pengasuh Halaman Komunitas ISCO (Islamic Studies Center Online)

Pembelajar sepenggal masa, belajar menuangkan setetes pemikiran menjadi tulisan ringan, berharap makna bagi sesama. Pengasuh situs lulusan Ponpes Modern Darunnajah Bogor, S1 Univ. Al Azhar Kairo Republik Arab Mesir Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadist dan Ilmu-ilmunya, S2 Univ. Cidi Mohammed ben Abdellah Kota Fez Kerajaan Maroko bidang Kaidah Fiqih dan sedang menyelesaikan pendidikan S3 ilmu tafsir di PTIQ Jakarta.

Leave A Reply

linked in share button