47 views

Godaan Terdahsyat Kaum Lelaki

0

 

Tidak mudah untuk menjadi pribadi yang sukses dalam urusan duniawi tapi juga memiliki akhlak yang mulia, kenapa demikian?

Karena niat dan usaha seseorang untuk menjadi pribadi yang baik bisa saja terhalang oleh keadaan yang kurang baik, mulai dari buku bacaan, tontonan, lingkungan tempat tinggal/lingkungan kerja maupun teman bergaul, bahkan setiap hari seseorang bisa saja jatuh ke dalam lubang maksiat kecuali manusia pilihan Allah Ta’ala yang hatinya senantiasa takut kepadaNya.

Paling tidak ada hal yang bisa membuat manusia lalai yaitu kurang pandai dalam menundukkan pandangan kepada lawan jenis,  selama bernama” manusia” mereka pasti akan bertemu dan bergesekan dengan syahwat duniawi.

Tiada satu orangpun yang bisa menghindar apalagi jika manusia itu mengaku beriman kepadaNya, maka semakin besarlah ujian yang akan diterimanya, oleh karenanya janganlah kita mudah mengaku-ngaku beriman di hadapan halayak ramai sedang hidup dihadapi dengan keluh kesah, kegalauan dan menjadi sahabat Iblis/Syaitan saat bersendirian.

Orang yang benar-benar beriman hatinya akan selalu tenang dan mantap dalam menjalani kehidupan yang penuh lika liku, sedikitpun mereka tidak kawatir akan kehidupannya di dunia apalagi bersedih hati. Itulah ciri nyata dari orang yang beriman.

  1. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah[[1]] Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.
  2. mereka Itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai Balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al Ahqaaf: 13-14)

Maka menjadi sangat wajar jika di dalam surat An-Nuur ayat 31 terdapat perintah untuk menundukkan pandangan disertai ajakan bertaubat bagi setiap mukmin, ini menunjukkan hubungan yang erat antara prilaku manusia dengan perintah bertaubat karena diantara dosa yang paling sering dilakukan oleh manusia adalah lalai dari perintah Tuhan untuk senantiasa menjaga pandangan.

  1. Katakanlah kepada perempuan yang beriman:

 “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau perempuan-perempuan Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Adapun ujian yang begitu berat bagi umat Muhammad khususnya di era global adalah fitnah/ujian berupa perempuan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada (fitnah) perempuan. (Muttafaq ‘alaihi)

Dalam Al Qur’an tidaklah Allah Ta’ala mendahulukan perempuan dari selainnya ketika membahas perkara-perkara yang melenakan manusia. Hal ini menunjukkan betapa besarnya fitnah perempuan bagi para lelaki dari zaman ke zaman hingga akhir masa nanti.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: perempuan-perempuan, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[[2]] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali ‘Imran: 14)

———–

[1]. Istiqamah ialah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang saleh.

[2]. Yang dimaksud dengan binatang ternak di sini ialah binatang-binatang yang termasuk jenis unta, lembu, kambing dan biri-biri.

————–

Oleh: Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc M.A

Pengasuh Halaman Komunitas ISCO (Islamic Studies Center Online)

Pembelajar sepenggal masa, belajar menuangkan setetes pemikiran menjadi tulisan ringan, berharap makna bagi sesama. Pengasuh situs lulusan Ponpes Modern Darunnajah Bogor, S1 Univ. Al Azhar Kairo Republik Arab Mesir Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadist dan Ilmu-ilmunya, S2 Univ. Cidi Mohammed ben Abdellah Kota Fez Kerajaan Maroko bidang Kaidah Fiqih dan sedang menyelesaikan pendidikan S3 ilmu tafsir di PTIQ Jakarta.

Leave A Reply

linked in share button