158 views

Keagungan Sabar (Bag. Akhir)

0

Hanya orang terpilih yang bisa menjadi penyabar karena kekhusyu’annya, sesuai dengan surat Al Baqarah ayat 45 juz 1: ” Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.

Ditambahkan di ayat lainnya:

  1. “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu [1], sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. QS: Al Baqarah ayat 153 juz 2.
  2. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”[2]. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. QS: Al Baqarah ayat 155-157 juz 2.
  3. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. QS: Al Baqarah ayat 214 juz 2.
  4. “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu.” QS: Ali ‘Imran ayat 200 juz 4.
  5. Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan. QS: Huud ayat 115 juz 12.
  6. Sesungguhnya barang siapa yang bertaqwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” QS: Yusuf ayat 90 juz 13
  7. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka.. QS: Al Hajj ayat 34-35 juz 17.
  8. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?, Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. ” QS: Al ‘Ankabuut ayat 2-3 juz 20.
  9. 9. Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar. QS: Ar Ruum ayat 60 juz 21
  10. “Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. QS: Fushshilat ayat 35 juz 24.
  11. “Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.” QS: Muhammad ayat 31 juz 26.
  12. “Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik”. QS: Al Ma’aarij ayat 5 juz 29.

Memetik hikmah dari kisah para Nabi

Beberapa ayat di atas dirasa cukup untuk menggambarkan sedikit akan keagungan sabar, karena terlalu banyak pujian Allah Ta’ala terhadap para penyabar, kita tentu sering mendengar kisahnya para Nabi: Nabi Nuh, Hud, Soleh, Syu’aib, Ibrahim, Yusuf, Lut, Musa, Harun, Isa dan Muhammad, akan kesabaran mereka menghadapi kaumnya yang durhaka serta kesabaran para Nabi lainnya.

Juga ada kisah tentang kesabaran nabi Ayyub yang menderita penyakit kulit beberapa waktu lamanya hingga beliau bermunajat kepada Allah yang doanya diabadikan dalam 2 ayat di 2 surat yang berbeda:

  1. Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” QS: Al Anbiyaa’ ayat 83 juz 17.
  2. Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: “Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan.” QS: Shaad ayat 41 juz 23.

Ditambah kisah nabi Zakaria yang begitu sabar menanti kehadiran seorang anak dan belum pernah kecewa dalam berdoa sehingga terbingkai indah menjadi sebuah rangkaian ayat yang agung dalam surat Maryam ayat 3-7 juz 16:

“yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. (3), Ia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. (4) Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku [3] sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putra, (5), yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.”(6) Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. (7).”

Dan sebaik-baik kisah dalam Qur’an di Surat Yusuf, betapa sabarnya nabi Ya’qub menanti 2 buah hatinya bernama Yusuf yang terpisah sangat lama dan juga Bunyamin hingga membuat matanya memutih karena sedih sambil terus memohon kepada Allah akan kembalinya mereka berdua dan mengadukan kesedihananya hanya kepada sang pencipta.

“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” QS: Yusuf ayat 86 juz 13.

Allah menjawab doa nabi Ya’qub dengan mempertemukan buah hati dan menjadikannya bisa melihat kembali setelah matanya memutih karena bersedih, ini semua berkat kesabaran tanpa henti yang diiringi ibadah kepada Allah semata. SubhanAllah…….

Semoga bermanfaat

————–

Oleh: Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc M.A

Pengasuh Halaman Komunitas ISCO (Islamic Studies Center Online)

 

 

Pembelajar sepenggal masa, belajar menuangkan setetes pemikiran menjadi tulisan ringan, berharap makna bagi sesama. Pengasuh situs lulusan Ponpes Modern Darunnajah Bogor, S1 Univ. Al Azhar Kairo Republik Arab Mesir Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadist dan Ilmu-ilmunya, S2 Univ. Cidi Mohammed ben Abdellah Kota Fez Kerajaan Maroko bidang Kaidah Fiqih dan sedang menyelesaikan pendidikan S3 ilmu tafsir di PTIQ Jakarta.

Leave A Reply

linked in share button