77 views

Kehebatan Doa

0

 

Doa adalah senjata, benteng pertama bukan terakhir. Coba Anda perhatikan doa para Nabi yang terbingkai indah dalam Al Quran, hampir semua isinya tiada lain, harap ampunan, mohon keselamatan, rintihan dan jerit kepedihan, himpitan kesulitan, kepayahan, kesedihan mendalam, derita berkepanjangan dan rentetan ujian berat yang hampir, hampir, hampir saja membuat mereka putus asa, sekali lagi kalau bukan karena rahmat Allah Ta’ala mereka sudah berputus asa.

Pelajaran penting dalam doa para Nabi, bukan sekedar pandai mencurah isi hati, namun dalam setiap doa mereka selalu selipkan puja, puji, sanjungan, penghormatan, pengkultusan, penghambaan, pemuliaan, menscuikan, sebenar puji dan puji dari lubuk hati terdalam untuk Robb semesta alam.

Ujian Anda, belum ada apa-apanya, sudah cukup atau cukup sudah Anda berkeluh kesah, curhat sana sini menghabiskan waktu, tenaga, pikiran, kesehatan, hingga materi Anda. Itu semua bukanlah solusi, karena manusia sejatinya tak mampu menyelesaikan masalah Anda. Percayalah!

Belajar dari seorang Nabi yang dijuluki kalimullah (berdialog langsung dengan Allah), sebelum ia mendapat wahyu di bukit sinai Mesir, ia juga manusia biasa. Dalam suatu ketika ia pernah mengalami masa sulit, tiada sentuhan dan perhatian apalagi kasih sayang orangtuanya, dalam kesendirian, keterasingan, himpitan ekonomi, tidak punya apa-apa hanya sehelai kain yang menutupi auratnya dan dalam ancaman ketakutan…iyaaa takut akan kejaran bala tentara Fir’aun yang akan membunuhnya. Bayangkan Anda mengalami kondisi demikian.

Hingga sampai suatu tempat bernama Madyan, dalam keletihan dan kemelaratannya, ia pun duduk bersandar di sebuah pohon nan rindang seraya bermunajat,

” Ya Allah….sesungguhnya hamba dalam keadaan fakir, saat ini……hamba amat sangat membutuhkan kebaikan dariMu berupa makanan”

Perhatikan! Begitu memelasnya sang Nabi kepada Robbnya karena begitu laparnya, padahal di zamannya, dia adalah sebaik-baik manusia.

Alhasil……Allah Ta’ala memahami betul keinginan hamba-hambaNya dan ini berlaku untuk hamba-hambaNya yang bertakwa selamanya tanpa mengenal tempat maupun zaman. Allah Ta’ala lebih sayang, sayaaaaaaaaanggggg sekali kepada diri kita melebihi cinta kita kepada diri kita sendiri, kita lebih sering zalim kepada diri sendiri. Ma’adzallah

Kesabaran dan ketulusan Nabi Musa berbuah manis, lebih manis dari pada madu. Bukan hanya dicukupkan kebutuhan perutnya namun diberikan isteri yang cantik nan solehah, selain itu ia juga dijamin keselamatannya oleh seorang yang soleh yang tak lain adalah bapak mertuanya. Maka berbahagialah sang Nabi setelah melewati berbagai kekawatiran dan kesedihan.

Saudaraku! Jangan pernah Anda meremehkan doa, karena doa-doa orang yang bertakwa akan menembus Langit, menggetarkan para malaikat, tiada penghalang sedikitpun antara dia dan Robbnya. Bersabarlah…bersabarlah…bersabarlah…ujian Anda hanya instrumen kehidupan yang menjadikan hidup Anda lebih berkualitas.

Ingat! Berhentilah mengeluh seolah-olah Anda adalah manusia paling menderita sedunia, padahal masih bisa makan bakso, tahu bulat, internetan, like status, komentar di medsos, kumpul keluarga dan tidur nyenyak. Alamak…..

————–

Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc M.A

Pengasuh Halaman Komunitas ISCO (Islamic Studies Center Online)

Pembelajar sepenggal masa, belajar menuangkan setetes pemikiran menjadi tulisan ringan, berharap makna bagi sesama. Pengasuh situs lulusan Ponpes Modern Darunnajah Bogor, S1 Univ. Al Azhar Kairo Republik Arab Mesir Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadist dan Ilmu-ilmunya, S2 Univ. Cidi Mohammed ben Abdellah Kota Fez Kerajaan Maroko bidang Kaidah Fiqih dan sedang menyelesaikan pendidikan S3 ilmu tafsir di PTIQ Jakarta.

Leave A Reply

linked in share button