112 views

Kelezatan Bertaubat (Bag. 2)

0
Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az Zumar: 53)

 Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu tatkala beliau hendak wafat berkata:

“Saya telah merahasiakan apa-apa yang pernah aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam, yakni saya mendengar bahwa Rasulullah Sallallahu ‘alihi wassallam bersabda :

“Sekiranya kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah akan menciptakan makhluk yang berdosa lalu Allah mengampuni mereka.” (HR. At Tirmidzi)

Ada sebuah pesan berharga dari seorang yang soleh nan bijaksana yaitu Luqman kepada anaknya sebagaimana diutarakan Imam Al Ghozali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin;

“Duhai anakku…janganlah engkau menunda-nunda untuk segera bertaubat, karena maut datang secara tiba-tiba”.

Bertaubat salah satu jalan menuju kebahagiaan dan keberuntungan, seberapapun besarnya dosa manusia, seberat apapun maksiat yang pernah dilakukan hingga dosa-dosanya memenuhi langit dan bumi, jika seseorang bertaubat dengan tulus, niscaya Allah Ta’ala akan menerima taubatnya.

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda : “Allah Ta’ala berfirman :

“Wahai anak adam, sesungguhnya selagi engkau mau meminta dan berharap kepadaKu maka akan Aku ampuni dosa yang telah engkau kerjakan dan tidak Aku pedulikan lagi.”

“Wahai anak adam, walaupun dosamu sampai setinggi langit, kemudian engkau memohon ampun kepadaKu maka akan Aku ampuni.”

“Wahai anak adam, sesungguhnya seandainya engkau mendatangiKu dengan sepenuh bumi kesalahan kemudian engkau mendatangiKu dalam keadaan tidak menyekutukanKu dengan sesuatu apapun niscaya aku kan mendatangimu dengan sepenuh bumi pengampunan.” (HR. At Tirmidzi. Beliau berkata : Hadist hasan shahih).

Dalam hadist lain ditambahkan:

“Bahwa seorang hamba apabila berdosa kemudian dia menyesal lalu berkata:

“Wahai Rabbku, aku telah melakukan suatu dosa, maka ampunilah aku karena tiada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau”, maka Allah akan berfirman :

“HambaKu mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mau mengampuni dosa dan menghukum kesalahannya, Aku persaksikan atas kalian bahwa Aku telah mengampuninya. Kemudian orang itu berbuat (dosa lalu bertaubat) untuk yang kedua kalinya, lalu ketiga kalinya maka Allah Ta’ala berfirman sebagaimana firman tersebut, kemudian berfirman : “Berbuatlah sesukamu karena Aku telah mengampunimu.” (HR. Bukhari)

Duhai jiwa!

Ketahuilah bahwa pintu taubat terbuka lebar bagi siapa saja tanpa terkecuali, bagi pendosa dalam hal-hal besar maupun kecil, sedikit maupun banyak, pintu taubat masih sangat terbuka lebar bagi mereka yang benar-benar mau kembali ke jalan Tuhan.

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya.” (QS. At Taubah: 104)

Pelajaran berharga yang bisa dipetik dari Al Qur’an bukan saja mengajak manusia untuk tidak berputus asa dari mencari rahmat Allah Ta’ala, akan tetapi mengajarkan kepada manusia betapa luas ampunanNya dengan mengisyaratkan orang-orang yang melampaui batas untuk tetap mencari rahmatNya, bahkan Allah Ta’ala tetap menganggap mereka sebagai hamba-hambaNya.

Anda bisa membayangkan betapa besar kasih sayang dan karuniaNya kepada hamba-hambaNya, betapa pemurah dan lemah lembut Allah Ta’ala, betapa luas ampunanNnya dan betapa mulia ajaran Islam memotivasi manusia untuk berbahagia dan senantiasa berada dalam kebaikan.

Allah Ta’ala berfirman di dalam surat Az Zumar ayat 53 dengan tetap menyebut orang-orang yang melampaui batas sebagai hamba-hambaNya sebagai bentuk kasih sayang dan ampunanNya yang begitu luas.

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sejatinya Allah Ta’ala akan mengampuni seluruh dosa kecuali dosa syirik, dosa dari perbuatan syirik tidaklah mendapat ampunan dariNya, karena Allah Ta’ala tidaklah butuh dengan sekutu dan mereka yang menyekutukanNya.

Di dalam surat An Nisaa ayat 48 telah disebutkan perihal dosa yang tidak akan mendapatkan ampunan dariNya.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

 Ditambahkan di dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu bahwasanyaRasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 “Sesunggunhnya Allah telah berfirman: Aku sangat tidak butuh kepada sekutu, barang siapa yang mengerjakan suatu amalan yang dia menyekutukanKu di dalamnya maka akan Aku tinggalkan dia dan sekutunya.” (HR. Muslim). 

———

Bersambung ke bag. 3

Bag. 1; Klik disini

————–

Oleh: Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc M.A

Pengasuh Halaman Komunitas ISCO (Islamic Studies Center Online)

Pembelajar sepenggal masa, belajar menuangkan setetes pemikiran menjadi tulisan ringan, berharap makna bagi sesama. Pengasuh situs lulusan Ponpes Modern Darunnajah Bogor, S1 Univ. Al Azhar Kairo Republik Arab Mesir Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadist dan Ilmu-ilmunya, S2 Univ. Cidi Mohammed ben Abdellah Kota Fez Kerajaan Maroko bidang Kaidah Fiqih dan sedang menyelesaikan pendidikan S3 ilmu tafsir di PTIQ Jakarta.

Leave A Reply

linked in share button