117 views

Kelezatan Bertaubat (Bag. Akhir)

0

Ajaran Islam begitu memuliakan manusia, tengoklah seorang pembunuh dari kalangan Bani Israil yang begitu berlumur dosa, tengoklah seorang perempuan pezina dan tak lupa pula tengok pula para pendosa atau tengok diri kita sendiri. Mereka senantiasa mendapat pengampunan dari Allah Ta’ala karena ketulusan, kesungguhan, pengharapan, ketundukan dan kemuliaan akhlaknya.

Betapa mulia Islam mengajarkan kepada kita dalam bertutur kata dan berprilaku, bagaimana seorang muslim dan muslimah bisa menjaga lidahnya untuk tidak menghina dan berakhlak baik kepada sesama, berakhlak kepada setiap makhluk yang bernyawa termasuk binatang.

Membunuh, berzina, melawan kedua orangtua dan pelbagai kedurhakaan lainnya merupakan dosa besar, sampai kapanpun ajaran Islam mengharamkannya.

Akan tetapi kita juga tidak serta merta mencaci maki dan menghinakan para pendosa tersebut, karena kita tidak tahu bagaimana akhir dari kehidupan kita kelak, bisa jadi orang yang dahulu hidup berlumur dosa di akhir hayatnya dia bertaubat kemudian mendapat husnul khotimah serta kemudahan takkala sakratul maut datang dan bisa jadi orang yang dahulu sering mencaci maki pelaku kejahatan mereka akan mati dalam keadaan yang tidak baik karena kebiasaannya mengumpat dan berkata kotor.

Duhai jiwa!

Kembalilah ke jalan Tuhan sebagaimana orang-orang soleh terdahulu tanpa memandang status, mereka mencapai kebahagiaan di saat kembali kepada fitrah, kembali untuk mengagungkan, memuliakan dan senantiasa memuji kebesaran Tuhan semesta alam dengan memurnikan aqidah dan menjadi pribadi-pribadi yang taat.

 “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui[1], Dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, (QS.  Ar Ruum: 30-31)

Duhai jiwa!

  •  Disaat kita terlalu jauh melangkah
  • Disaat kita letih berjalan,
  • Disaat kita butuh istirahat,
  • Disaat kita butuh waktu untuk menyendiri,
  • Disaat ada kesempatan untuk merenung. Maka merenunglah!

Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua- dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan. (QS. Saba’: 46)

Semoga Allah Ta’ala membimbing kita menjadi pribadi yang senantiasa gemar dalam bertaubat, bersungguh-sungguh mencari rahmatNya dan menjaga keimanan sampai mati. Ya Robbanaa.

———–

[1]. Fitrah Allah: Maksudnya ciptaan Allah. manusia diciptakan Allah mempunyai naluri beragama yaitu agama tauhid. kalau ada manusia tidak beragama tauhid, maka hal itu tidaklah wajar. mereka tidak beragama tauhid itu hanyalah lantara pengaruh lingkungan.

————–

Oleh: Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc M.A

Pengasuh Halaman Komunitas ISCO (Islamic Studies Center Online)

 

Pembelajar sepenggal masa, belajar menuangkan setetes pemikiran menjadi tulisan ringan, berharap makna bagi sesama. Pengasuh situs lulusan Ponpes Modern Darunnajah Bogor, S1 Univ. Al Azhar Kairo Republik Arab Mesir Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadist dan Ilmu-ilmunya, S2 Univ. Cidi Mohammed ben Abdellah Kota Fez Kerajaan Maroko bidang Kaidah Fiqih dan sedang menyelesaikan pendidikan S3 ilmu tafsir di PTIQ Jakarta.

Leave A Reply

linked in share button