65 views

Keunikan Negeri Mesir

0

Kata orang, Mesir bukan saja negeri para Nabi, hampir semua Nabi pernah singgah ke sini, namun juga kiblat ilmu, nuansa dan geliat keilmuan sangat kental di negeri piramida. Lebih dari 100 negara tercatat sebagai mahasiswa Al Azhar dari 5 benua, entah berapa puluh ribu pelajar, semua berbeasiswa.

Ada guyonan yang viral di kalangan pelajar, perbedaan kuliah di Al azhar dan di Madinah, di Mesir mudah sekali terdaftar, namun sukar lulus. Di Madinah super sulit tuk terdaftar terkecuali ada takdir, namun tak sukar tuk lulus insya Allah.

Percaya tidak percaya presentasi kelulusan sangat kecil di Mesir, di zaman kami hanya sekitar 10 % yang lulus lancar 4 tahun. Jika Ada 1000 pelajar dari Indonesia, berarti yang lancar sekitar 100 orang saja, sisanya ada yang 5, 6, 7, bahkan 11 tahun, ada juga yang jadi mahasiswa abadi karena tingkat kesukaran yang tinggi. anak kyai pun bisa tak lulus bukan DO.

Betapa senangnya berada di negeri para Nabi dengan segala dinamikanya, ini alasan kami tak langsung pulang setelah lulus dari fakultas ushuluddin bidang hadist, setelah 4 tahun duduk di bangku formal, selama 2 tahun kami mendalami pendidikan informal, belajar secara tradisional di luar lingkungan kampus, biasa di masjid. Ah! Betapa indah mengenang masa-masa belajar, ternyata benar para ulama bertutur, nikmat mencari ilmu adalah puncak segala kenikmatan yang kenikmatannya mengalahkan nikmat menikah.

Jujur! Kami betah berada disana, seakan terbang ke masa lalu, penuh kajayaan dengan lingkungan keilmuan dan prajurit hebatnya. Mesir salah satu negeri yang tak bisa ditaklukkan oleh pasukan tar-tar setelah dinasti Damaskus dan Baghdad luluh lantah.

Sejarah mencatat Mesir sebagai negeri penuh peradaban, bahkan memiliki peradaban tertua di dunia setelah era Mesopotamia (Irak) yang sudah dimulai 6000 tahun SM, adapun usia Mesir kuno diperkirakan 4000 tahun SM – 200 SM.

Di masa-masa ini fir’aun terus berganti tahta, catatan…..fir’aun bukanlah nama, ia adalah gelar tuk para penguasa asli bangsa Mesir, di luar Mesir tidak disebut fir’aun. Nabi Yusuf pernah menjadi Menteri keuangan, dan jikapun berkuasa tidak bisa dilebeli fir’aun karena berasal dari ras Bani Israil.

Adapun nama asli fir,aun era Nabi Yusuf adalah Ar Rayyan bin Al Walid, dalam riwayat lain Al Walid bin Ar Rayyan, konon nasabnya sampai kepada Syam bin Nuh, konon dia berusia 400 tahun dan hidup sampai era Nabi Musa, dalam riwayat lain, fir’aun yang hidup di era Musa adalah anak fir’aun di era Nabi Yusuf. Fir’aun era Nabi Musa lah yang diabadikan Al Qur’an sebagai sosok durjana.

Dalam tulisan singkat ini, kami tak ingin panjang lebar membahas sejarah Mesir. Namun ada hal unik. Selama kurang lebih 6 tahun berada di Mesir, hampir dan sepertinya kami tak pernah melihat para perempuan mengendarai sepeda motor, sepertinya membawa motor bagi perempuan adalah hal yang kurang diperkenankan disana.

Usah tanya keadaan para perempuan di Indonesia, mereka layaknya pembalap, kami saja suka balap-balapan dengan para perempuan, ada rasa sedikit tak rela jika kami disusul saat berkendaraan, apalagi saat berada di belakang ibu-ibu, terkadang sen kanan namun belok ke kiri. Hadeuh

———–

Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc M.A

Pengasuh Halaman Komunitas ISCO (Islamic Studies Center Online)

Pembelajar sepenggal masa, belajar menuangkan setetes pemikiran menjadi tulisan ringan, berharap makna bagi sesama. Pengasuh situs lulusan Ponpes Modern Darunnajah Bogor, S1 Univ. Al Azhar Kairo Republik Arab Mesir Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadist dan Ilmu-ilmunya, S2 Univ. Cidi Mohammed ben Abdellah Kota Fez Kerajaan Maroko bidang Kaidah Fiqih dan sedang menyelesaikan pendidikan S3 ilmu tafsir di PTIQ Jakarta.

Leave A Reply

linked in share button