83 views

Pendidikan Yang Mulai Usang

0

Duhai jiwa!

– Anda bisa bayangkan, kini sekolah layaknya ajang bisnis, buka tutup program studi tergantung permintaan pasar dan selera masyarakat

– Apa jadinya jika ilmu pengetahuan hanya dijadikan tujuan normatif untuk bisa bekerja dan mendapat status sosial semata

– Dahulu orang-orang mencari uang untuk bisa belajar, kini orang-orang belajar untuk pandai mencari bahkan mencuri uang,

– Bukan berarti kita tak butuh uang dan perhiasan duniawi, sekedar mengingatkan untuk terus menjadikan Allah Ta’ala sebagai tujuan utama hingga akhir hayat. Itu saja!

 Duhai jiwa!

– Rutinitas terkadang memenjarakan kreativitas dan produktifitas, namun alangkah sayang dunia pendidikan malah menjadi penunjangnya.

– Memberi pemahaman tentang pentingnya pendidikan lebih sulit daripada memberikan pengertian tentang diktat perkuliahan

– Pendidikan adalah sesuatu yang sakral, namun alangkah sayang integritas tidak lebih penting dari kuantitas, kualitas tidak lebih penting dari akreditas.

– Dalam dunia pendidikan yang usang, bentuk lahiriyah lebih utama dari substansi.

– Alangkah sayangnya dunia pendidikan sekarang lebih didominasi oleh formalitas ketimbang kesadaran intelektual

Alhasil……Belasan tahun sekolah:

 – Buang sampah masih sembarangan
– Selalu nyontek setiap kali ujian
– Nyogok berharap cepat kerjaan
– Kerja minim kualitas, tapi hobi pungli alias cari kesempatan
– Hidup penuh kepura-puraan
– Tidak tertib, apalagi harus sabar antrian
– Terus hidup penuh kesombongan

MAU SAMPAI KAPAN?!

 

 Duhai jiwa!

– Semua orang pada dasarnya bisa menjadi guru namun tidak semua guru bisa menjadi pendidik

– Ada kaidah mengatakan:

“Kurikulum yang hidup bisa mati karena guru yang buruk, sedangkan kurikulum yang mati bisa hidup karena guru yang baik

– Harus ada jihad di segala bidang khususnya pendidikan dan pemberdayaan manusia, jika tidak segera dilakukan.

– Usah heran di zaman sekarang, jika ada lulusan yang berlebel sarjana sembarang dan sarjana kertas

– Sebatas wawasan dan teori yang dipelajari di lembaran , bukan pada realita maupun lembaran kehidupan yang mulai usang nan penuh teka teki

– Usah tanya lagi dan usah heran, jika ada orang-orang katanya ‘pintar’  di zaman sekarang hidup dengan kebanggaan

– Namun terkadang tak pandai bersosialisasi, komunikasi, apalagi berdiplomasi dengan semesta.

ALANGKAH KASIHAN

 

————–

Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc M.A

Pengasuh Halaman Komunitas ISCO (Islamic Studies Center Online)

Pembelajar sepenggal masa, belajar menuangkan setetes pemikiran menjadi tulisan ringan, berharap makna bagi sesama. Pengasuh situs lulusan Ponpes Modern Darunnajah Bogor, S1 Univ. Al Azhar Kairo Republik Arab Mesir Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadist dan Ilmu-ilmunya, S2 Univ. Cidi Mohammed ben Abdellah Kota Fez Kerajaan Maroko bidang Kaidah Fiqih dan sedang menyelesaikan pendidikan S3 ilmu tafsir di PTIQ Jakarta.

Leave A Reply

linked in share button