162 views

Ramadhan yang “Kurang dimuliakan”

0
‘Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,’ [QS. Al Baqarah; 183]

Sekedar saran, khususnya tuk diri sendiri, Ramadhan bulannya Al Quran, penuh berkah nan kemuliaan, maka perbanyak tilawah, kurangi nonton walau sinetron bertemakan religi, jika mampu tak usah nonton alias matikan TV itu jauh lebih bermanfaat.

Sadar! Lau diri miskin amal kebajikan, rapot “kita” masih banyak merahnya?! Lantas adakah sisa-sisa kebaikan tuk dipertanggungjawabkan di hadapan Robb semesta alam?!

Belajar dari kebiasaan para salaf, mereka tergila-gila dengan banyak mengkhatamkan Al Quran sampai ajal menjemput.

Tengok Ustman bin Affan radhiyallahu ‘anhu yang syahid tatkala sedang membaca Al Quran dan dalam kondisi puasa.

Salah satu astar yang mashur dari beliau;

 “Kalaulah hati seseorang bersih, niscaya ia takkan pernah kenyang melahap Al Quran”.

Masih dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda;

‘Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.’ [HR. Bukhari].

Usah heran para ulama besar sekelas imam Syafi’e dan para imam lainnya,  mereka berlomba-lomba banyak menghatamkan Al Qur’an dan mengurangi bahkan menutup sementara kajian mereka selama bulan Ramadhan.

Usah tanya lagi bagaimana kebiasaan para sahabat, tabi’in dan para pengikut salaf  ketika menghidupkan Ramadhan, sulit kita menandingi kecintaan mereka kepada Al Qur’an.

Sedikit cerita, ketika merasakan nuansa Ramadhan di Timur Tengah, kami perhatikan di masjid-masjid tak ramai dengan tausiyah,  apalagi jika sudah memasuki 10 hari terakhir, semalam suntuk Al Quran serasa hidup hingga menjelang sahur di tempat itikaf.

Bukan sebaliknya dari pagi, siang, menjelang buka, selepas taraweh, menjelang sahur panitia itikaf sibuk menghiasi tempatnya dengan tausiyah para ustadz, semakin lama durasi ceramahnya, konon semakin bagus. Alamak …

Apa Anda tidak bosan diceramahi?

Berapa juz yang terlewat?

Apa Anda sudah kenyang membaca Al Qur’an?

Sudah pandaikah Anda membaca Al Qur’an?

Usah heran jika panitia Ramadhan atau pihak DKM masjid malah  berujar;

‘Tadz….lau jadi imam jangan panjang-panjang baca ayatnya, biar jemaah betah.’ Hadeuhh…..

Renungkan kawans….di luar sana betapa banyak orang yang sangat merindukan bacaan Al Qur’an tanpa mengenal durasi hingga meneteskan air mata. Bukankah Al Qur’an penawar kesedihan dan kesulitan Anda?! Lantas apa yang membuat Anda ingin segera beranjak? Dunia kah?

Seorang bijak berkata kepada anak-anaknya sesaat sebelum ia meninggal;

 “Duhai anak-anakku….usah kau tangisi kepergianku, karena aku telah buaaanyakkk mengkhatamkan Al Quran di rumah ini, berbahagialah”.

Cukuplah Firman Allah Ta’ala sebagai sebaik-baik penutup.

‘Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka[[1]].’  [QS. Al Furqan; 64]

Semoga bermanfaat dan semoga kecintaan kita bertambah besar kepada Al Qur’an dengan meraih piala takwa di bulan Ramadhan penuh kemuliaan. Ya Robbanaa

[1] . Maksudnya orang-orang yang sembahyang tahajjud di malam hari semata-mata karena Allah.

————–

Oleh: Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc M.A

Pengasuh Halaman Komunitas ISCO (Islamic Studies Center Online)

 

Pembelajar sepenggal masa, belajar menuangkan setetes pemikiran menjadi tulisan ringan, berharap makna bagi sesama. Pengasuh situs lulusan Ponpes Modern Darunnajah Bogor, S1 Univ. Al Azhar Kairo Republik Arab Mesir Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadist dan Ilmu-ilmunya, S2 Univ. Cidi Mohammed ben Abdellah Kota Fez Kerajaan Maroko bidang Kaidah Fiqih dan sedang menyelesaikan pendidikan S3 ilmu tafsir di PTIQ Jakarta.

Leave A Reply

linked in share button