291 views

Pemuda Masa Lalu dan Masa Kini

0

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menikah di usia relatif muda, berprestasi dan berakhlak mulia, padahal beliau belum diangkat jadi Nabi.

Umar bin khatab radhiyallahu ‘anhu mampu membuka baitul maqdis Palestina dari pengaruh hegemoni Romawi, kedatangannya amat dinantikan penguasa setempat, padahal beliau hanya berdua menuju palestina dari Madinah.

Shalahuddin Al Ayyubi (Saladin) rahimahullah membebaskan kembali Palestina dari cengkraman kaum salibis Romawi, padahal konon pasukan Romawi bak Amerika di zaman sekarang.

Muhammad Al Faith rahimahullah mampu menembus benteng pertahanan Romawi di Konstantinopel (Istanbul), padahal terhalang jarak, ruang dan benteng kokoh kekaisaran Bizantium.

—————-

Mereka rela menahan tawa demi mewujudkan impian besar, menjauhi kesenangan duniawi apalagi galau merengek belas kasih dan berkeluh kesah kesana kemari.

Teringat sepenggal perkataan sang pejuang fenomenal suku Kurdi Salahuddin Al Ayyubi

“Bagaimana mungkin saya tertawa sebelum Palestina bebas”

Dalam ungkapan berbahasa Arab;

Laisa al fata man yaqul kana abi wa kana ……kada wa kada….

Wa lakin al afata huwa man yaqul haa anadza au hadza ana.

Artinya;

Tidaklah pantas dikatakan pemuda yang berkata, ini loh babe gw, engkong gw dan ini ini lainnya.

Akan tetapi sejatinya seorang pemuda, dia yang berani berkata, inilah saya.

Bagaimana dengan kita……..?!

Semoga bermanfaat.

————–

Oleh: Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc M.A

Pengasuh Halaman Komunitas ISCO (Islamic Studies Center Online)

Pembelajar sepenggal masa, belajar menuangkan setetes pemikiran menjadi tulisan ringan, berharap makna bagi sesama. Pengasuh situs lulusan Ponpes Modern Darunnajah Bogor, S1 Univ. Al Azhar Kairo Republik Arab Mesir Fakultas Ushuluddin Jurusan Hadist dan Ilmu-ilmunya, S2 Univ. Cidi Mohammed ben Abdellah Kota Fez Kerajaan Maroko bidang Kaidah Fiqih dan sedang menyelesaikan pendidikan S3 ilmu tafsir di PTIQ Jakarta.

Leave A Reply

linked in share button